I'm so happy and PROUD that Sekolah Tinggi Teologi Jakarta ( Jakarta Theology Seminary) held LGBT Weeks! I think this is the first time that LGBT is being celebrate in a seminary school as part of divercity. I hope this can be an continuing event and can be inspiration to other seminary school.
There are always hope for a better world!
LGTB Weeks
"Celebrates Divercity as Accountability of Faith"
NOVEMBER 21 - 25, 2011
JAKARTA THEOLOGY SEMINARY
November 21, 2011; 15.00 -17.30
"Introduction about LGBT"
Seminar and Discusion
November 22, 2011; 15.00- 17.30
"Scriptural and Theological Studies of LGBT"
Seminar and Discusion
November 23,2011; 15.00- 17.30
"The Realty of Violence againts LGBT"
Study Group and Sharing
November 24, 2011; 15.00 - 17.30
"Seeing LGTB in a new Perspective"
Seminar and Discusion
November 25, 2011; 14.00 - 17.30
"Concern for the Reality of Violence on Campus and Religious Institutions"
FILM : If These Wall Could Talk 2
Discusion
*This event is held by Jakarta Theology Seminary with LGBT Organization
I have to give all my thumbs up to Ardhanary Institute for the inisiative to open communication with Jakarta Theology Seminary !! Very proud ofArdhanary Institute and Jakarta Theology Seminary
Vien
November 17, 2011
October 15, 2011
Gender dan Seksualitas Intersex (1)
LGBTIQ. Teman-teman pasti sudah mengetahui kepanjangan dari singkatan tersebut. Akan tetapi jarang sekali informasi yang tersedia tentang bagian "I" didalam LGTIQ. Saat ini saya ingin menulis tentang apa itu Intersex dan apa saja diskriminasi serta tantangan yang telah, sedang dan akan terjadi secara sederhana.
Saya akan membagi Gender dan Seksualitas intersex kedalam 3 Tulisan: Tulisan pertama tentang penjelasan secara apa itu Intersex. Tulisan kedua tentang Diskriminasi-Diskriminasi yang dialami. Tulisan ketiga tentang tantangan Intersex didalam gerakan LGBTIQ.
Intersex secara bagian dapat dibagi kedalam 3 Bagian:
1. Kromosom.
Dimana manusia memiliki 23 pasang kromosom (46 kromosom) tapi untuk intersex memiliki kromosom lebih atau pun kurang.
1.1 Untuk kromosom lebih yaitu 47 kromosom, kita mengenalnya dengan kondisi Klinefelter Syndrome.
1.2 Untuk kromosom kurang, yaitu 46 Kromosom, kita mengenalnya dengan kondisi Turner Syndrome.
2. Organ Kelamin dan Organ Reproduksi
Kondisi ini dibagi dengan 3, yaitu :
2.1 Organ Kelamin Pria dengan Organ Reproduksinya Perempuan.
2.2 Organ Kelamin Perempuan tapi dengan Organ Reproduksinya Pria.
2.3 Mempunyai setengah dari masing masing Organ Kelamin dan Reproduksi, kondisi ini di kenal dengan Hemaprodite Murni.
3. Kondisi Otak
Berdasarkan penemuan dari Dr Henry Benjamin (1950), menemukan di bagian otak kecil manusia di sistem lymbic ada bagian BSTc (Bad Nucleus of the Stria Terminalis) dimana besaran penampang pria 2x lebih besar dari perempuan. Bagian otak ini baru bertumbuh secara maximal pada umur seseorang 3 atau 4 tahun. Dibagian ini lah kesadaran Gender seseorang ada.
Kondisi Henry Benjamis Syndrome atau HBS yang dipunyai oleh Pria NON-Genetic sama persis dengan besaran Pria Genetik, dan besaran Peremuan NON-Genetic sama dengan besaran Perempuan Genetik.
Menurut data, Kondisi HBS 2x lebih banyak dari Klinefelter dan 6x lebih banyak dari Turner. Serta kondisi ini sangat sulit untuk di deteksi dan didiagnosa.
Dari penjelasan diatas maka bisa dipastikan bahwa Intersex adalah KONDISI TUBUH sejak dilahirkan, ia bisa homoseksual, bisa juga heterosexual karena Orientasi Seksual merupakan pilihan.
*bersambung ke tulisan 2
Vien
NOTE : Tulisan ini hanya secara sederhana dari Makalah yang saya buat untuk di presentasikan pada pertemuan Asia Pacific on Reproductive and Sexual Health and Rights di Universitas Gajah Maja ; Yogyakata; 19-22 Oktober 2011. Untuk makalah lengkapnya bisa meminta via Email kepada saya.
Saya akan membagi Gender dan Seksualitas intersex kedalam 3 Tulisan: Tulisan pertama tentang penjelasan secara apa itu Intersex. Tulisan kedua tentang Diskriminasi-Diskriminasi yang dialami. Tulisan ketiga tentang tantangan Intersex didalam gerakan LGBTIQ.
Intersex secara bagian dapat dibagi kedalam 3 Bagian:
1. Kromosom.
Dimana manusia memiliki 23 pasang kromosom (46 kromosom) tapi untuk intersex memiliki kromosom lebih atau pun kurang.
1.1 Untuk kromosom lebih yaitu 47 kromosom, kita mengenalnya dengan kondisi Klinefelter Syndrome.
1.2 Untuk kromosom kurang, yaitu 46 Kromosom, kita mengenalnya dengan kondisi Turner Syndrome.
2. Organ Kelamin dan Organ Reproduksi
Kondisi ini dibagi dengan 3, yaitu :
2.1 Organ Kelamin Pria dengan Organ Reproduksinya Perempuan.
2.2 Organ Kelamin Perempuan tapi dengan Organ Reproduksinya Pria.
2.3 Mempunyai setengah dari masing masing Organ Kelamin dan Reproduksi, kondisi ini di kenal dengan Hemaprodite Murni.
3. Kondisi Otak
Berdasarkan penemuan dari Dr Henry Benjamin (1950), menemukan di bagian otak kecil manusia di sistem lymbic ada bagian BSTc (Bad Nucleus of the Stria Terminalis) dimana besaran penampang pria 2x lebih besar dari perempuan. Bagian otak ini baru bertumbuh secara maximal pada umur seseorang 3 atau 4 tahun. Dibagian ini lah kesadaran Gender seseorang ada.
Kondisi Henry Benjamis Syndrome atau HBS yang dipunyai oleh Pria NON-Genetic sama persis dengan besaran Pria Genetik, dan besaran Peremuan NON-Genetic sama dengan besaran Perempuan Genetik.
Menurut data, Kondisi HBS 2x lebih banyak dari Klinefelter dan 6x lebih banyak dari Turner. Serta kondisi ini sangat sulit untuk di deteksi dan didiagnosa.
Dari penjelasan diatas maka bisa dipastikan bahwa Intersex adalah KONDISI TUBUH sejak dilahirkan, ia bisa homoseksual, bisa juga heterosexual karena Orientasi Seksual merupakan pilihan.
*bersambung ke tulisan 2
Vien
NOTE : Tulisan ini hanya secara sederhana dari Makalah yang saya buat untuk di presentasikan pada pertemuan Asia Pacific on Reproductive and Sexual Health and Rights di Universitas Gajah Maja ; Yogyakata; 19-22 Oktober 2011. Untuk makalah lengkapnya bisa meminta via Email kepada saya.
October 10, 2011
Hubungan yang Berbahaya
Kita pasti sudah sering membaca atau pasti hafal diluar kepala tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam membina sebuah hubungan, Tapi sayang nya seperti biasa ; Teori lebih mudah daripada Kenyataan. benar? Makanya saya berpikir mungkin lebih baik jika membahas tentang hubungan yang berbahaya, karena jika kita tau ada bahaya, ga mungkin dunk kita mendekat. ^^
Menurut saya, hubungan yang berbahaya, pertama adalah faktor takut kehilangan! Pernah ada teman saya yang bahkan mengatakan bahwa dia mencari pacar sampai 8 tahun baru bisa ketemu sama pacarnya sekarang, jadi dia ga mau kehilangan. Bahkan ada teman saya yang rela di "gantung" hubungan nya sama mantan pacarnya selama 10 tahun karena dia ga rela kehilangan. 10 tahun saudari-saudariku! Itu kalau ada bayi pasti sudah masuk kelas 5 SD kali ya? hahahaha.
Adalah hal yang sia-sia kawan untuk mencoba memiliki seseorang, bagaikan mencoba menggarami air laut. Berbeda jika kamu berharap untuk memiliki sebuah benda atau mimpi mempunyai pekerjaan tertentu, semakin kamu bekerja keras maka semakin dekat dengan impianmu. Tapi pasanganmu itu bukan benda! dia manusia yang sama denganmu.
Kedua, faktor ingin membahagiakan. Keinginan untuk membahagiakan pasangan pasti ada disetiap kita, tapi yang menjadi masalah adalah jika berlebihan hingga mengorbankan kebahagiaan kita sendiri bahkan sampai mengorbankan kebahagiaan keluarga kita.
Sebuah prinsip yang saya selalu pegang adalah : Kebahagiaan ku adalah tanggung jawabku, bukan tanggung jawab mu. Kebahagiaan mu adalah tanggung jawabmu, bukan tanggung jawabku. Karena jika mencoba membahagiakan hati pasangan kita, maka apapun yang kita lakukan tidak akan pernah cukup! Tahukan kalian kawan? Kata cukup yang ada di dalam diri masing-masing. Cukup buat kita belum tentu cukup buat dia, dan begitupun sebaliknya.
Ketiga, Faktor pembuktian cinta. Wahhhh cilaka ini!! Siapa yang mempunyai prinsip "Untuk membuktikan Cintaku maka aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaanmu karena kamu adalah milikkku" ? hayooo ngaku...
Ya untung kalo dia cuma minta diajak keliling komplek rumah doang, kalo dia nyuruh buat terjun dari gedung tingkat 10??
Jadi gimana dunkkkk?????
Kawan.. Cinta itu dirasakan, bukan dibuktikan. Cinta itu hanya memerlukan untuk dijaga, bukan dibuktikan. Kamu hanya perlu menjadi dirimu sendiri secara utuh, karena jika dia tetap tidak dapat merasakan cintamu, artinya dia tidak pantas untukmu.
Ingat ya kawan.. Jika sekarang kamu berada dalam hubungan yang perlu pembuktian, selalu minta dibahagiakan dan membuat kamu sulit bernafas karena takut kehilangan, artinya kamu sedang berada dalam sebuah hubungan yang BERBAHAYA!
Vien
Tags
relationship,
vien
September 27, 2011
Selamat Dirgahayu!
Wow... hampir saja saya tidak menyadari jika sudah 3 tahun Herlounge membuat sebuah ruang untuk saya berekspresi. Tahun 2011 ini tentu saja sebuah tahun yang penuh dengan suka dan cita.
Saya pribadi sangat berterima kasih kepada teman-teman Herlounge yang telah bersedia meluangkan waktu dalam berdiskusi dan menginspirasi saya.. sebuah kehormatan untuk saya atas semua komen, kritik maupun pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada Herlounge.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Momo dan Cha-Cha atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada saya.
Mari kita berdaya sama-sama dalam membangun sebuah Indonesia yang lebih baik.. sebuah Dunia yang lebih baik. Saya percaya akan sebuah Ide dan Mimpi.
Sebuah ruang yang penuh dengan inspirasi untuk menjadi sebuah inspirasi : HERLOUNGE!
Vien
*tweet me : Vien_Tanjung*
September 22, 2011
Tak Semua Perempuan Identik dengan Rok Mini
“Memakai rok itu lebih segar,” kata Phil (Rugrats).
Tak Semua Perempuan Identik dengan Rok Mini
Saya ini perempuan. Dan untuk Bang Foke, saya tidak suka pake rok mini. Ada baiknya kali ini, saya menghadirkan suasana baru lewat angle baru dari kasus ini.
Cukup mengherankan kenapa korban pelecehan pasti selalu dikaitkan dengan rok mini, baju ketat atau seksi... ada pula yang bilang kalau si korban itu ‘terlalu cantik’, makanya diserang. Dari sini, sumber masalah pun belum terlintas. Herannya lagi, orang-orang malas mengaitkannya dengan fakta yang ada di Arab Saudi misalnya. Dan pernah juga di salah satu acara televisi nasional, menampilkan korban pelecehan yang mana dia menggunakan pakaian muslimah. Tentu, hal ini berbanding terbalik dengan yang dikatakan oleh Bupati Aceh Barat. Karena saya percaya pada kekuatan media, lebih baik tidak usah kutip lagi kata-kata beliau.
Ketika saya diberi tahu soal #AksiRokMini atau #SlutWalk seperti yang pernah dilangsungkan di Canada beberapa tahun lalu, saya lumayan tersentak---melihat teman-teman saya yang (menurut saya) agak tomboi (tidak semua memang) memakai rok! I wonder, do they actually have mini skirt before?
Sebagai seorang yang cukup senang dengan gaya feminin, saya terus terang cuma punya empat macam rok. Dua diantaranya yang (katanya) mini. Itupun jarang pakai. Sekali dua tahun, lah. Tapi yang terlintas di kepala saya, kenapa kasus-kasus seperti ini, masyarakat lebih menekankan pada ‘rok mini’ atau ‘pakaian ketat dan terbuka’. Coba intip-intip pengguna angkutan umum, jarang sekali melihat wanita menggunakan rok mini atau pakaian yang seksi.
Mungkin masyarakat ini berpikir bahwa wanita itu sumber maksiat yang tidak punya otak? Masa iya, di kendaraan yang kurang nyaman dan dengan cahaya matahari terik khas Jakarta, para wanita mau berpakaian seperti itu? Dan setahu saya lagi, kalau memakai pakaian yang minim-minim itu...akan membuat kulit mereka terbakar sinar matahari dan menjadi lebih gelap. Perempuan Indonesia mau kulitnya putih, kan, sehingga produk kecantikan yang memutihkan kulit itu ramai iklannya di layar televisi Anda.
Masalah pakaian undang mengundang... Pernahkah Anda mengundang teman atau saudara untuk berkunjung, makan bersama atau lainnya? Anda mengundang, tapi keputusan yang diundang akan datang atau tidak, ada pada pihak yang menerima undangan, bukan yang mengundang. Jadi, kalau kita memang ‘mengundang’ lewat pakaian, para pria berhak untuk menolak, dong? Selain itu, jika penyerangan terjadi karena pakaian wanita, maka, pakaian muslimah pun juga bisa dianggap mengundang. Kenapa? Mereka pakai burqa yang hanya kelihatan bagian mata pernah menjadi korban. Wahai Bupati...jawab pertanyaan saya!
Sulit untuk membuka sumber permasalahan. Poin yang benar seringkali tidak didukung oleh sesama wanita. Banyak wanita yang lebih memilih untuk ‘dibatasi’. Sebagai anak perempuan paling kecil, pola didik jadi perempuan yang manut (istilah Jawa ne) dan pendiam (ala ala manis dan kalem) sudah menghiasi masa kecil saya sampai besar. Apa daya untuk keluarga kalau saya memang terlahir jadi feminis pemberontak. Tapi ini menjadi suatu contoh mengapa para wanita pun mau dibodohi dengan batasan-batasan yang tidak adil, yang tidak mendukung mereka sebagai wanita yang diciptakan Tuhan sederajat dengan laki-laki, tentu tetap dengan porsi yang berbeda. Ibu Anda saja mengajarkan untuk tidak melawan dan pasrah. Terlalu banyak toleransi yang dunia minta dari kaum perempuan. Dan, sudah terlalu sering pria ‘meng-abuse’ toleransi yang diberikan tersebut.
Loncat langsung ke bagian intinya, pertanyaan saya, dulu perempuan itu ‘dipaksa’ pakai rok. Kalay pakai celana dianggap tak feminin dan menyalahi aturan. Sekarang ada himbauan jangan pakai rok. Hmph... suka suka dech yah... Bukan salah kita juga! My skirt is my rights!
September 07, 2011
MEDIA RELEASE: FIRST EVER INTERNATIONAL INTERSEX FORUM
I would like to congratulation our Intersex friends for they first ever Intersex Forum! Below is the Press Release.
Vien
===============================================================================================
MEDIA RELEASE
5 September 2011
Brussels, Belgium
FIRST EVER INTERNATIONAL INTERSEX FORUM
The world’s 1st International Intersex Organising Forum took place in Brussels between 3-5 September 2011. The historic event brought together 24 activists representing 17 intersex organisations from all continents.
Around the world intersex individuals are being subjected to inhumane and degrading altering surgical and hormonal procedures, without consent of the intersex person, at the discretion of doctors and outside legal regulation. This is done to ‘normalise’ genitals and bodies in order to fit intersex people within the sex binary of men and women. Pathologisation of intersex individuals results in gross human rights violations and abuse bodily integrity and personal dignity.
The Forum agreed on the demands aiming to end discrimination against intersex people and to ensure the right of bodily integrity and self-determination:
1.To put an end to mutilating and ‘normalising’ practices such as genital surgeries, psychological and other medical treatments, including infanticide and selective abortion (on the grounds of intersex) in some parts of the world.
2.To insure that the personal, free, prior, and fully informed consent of the intersex individual is a compulsory requirement in all medical practices and protocols.
3.Creating and facilitating supportive, safe and celebratory environments for intersex people, their families and surroundings.
This newly established informal network will campaign for the respect of intersex people’s human rights on international, regional and national levels. The next meeting of the Forum is expected to take place towards the end of 2012.
The Forum was facilitated and sponsored by ILGA (International Lesbian, Gay, Bisexual, Trans and Intersex Association) and its European Region, ILGA-Europe. The Forum also reached out to representatives of TGEU (Transgender Europe) and IGLYO (the International Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender and Queer Youth and Student Organsiation) and will continue building wider alliances with other human rights and equality organsiations working in such areas as women’s rights, the rights of indigenous people and people with disabilities.
Ends
For further information please contact:
Africa:
Sally Gross: +27 827884205 coordinator@intersex.org.za
Asia:
Hiker Chiu: +886 0923868653 hiker@oii.tw
Australia & Pacific:
Gina Wilson: +61 418290336 or +61 2 97499989 oiiaustralia@bigpond.com
Europe:
Del LaGrace Volcano : +46 7626 88 312 or +46 19 33 52 03 dellagracevolcano@me.com
Latin America:
Mauro Isaac Cabral: +54 (9) 351 5589876 maulesel@gmail.com
North America:
Jim Bruce: +1 707-793-1190 jim@aiclegal.org
International:
Sebastian Rocca (ILGA): +32 471 80 20 99 director@ilga.org
Silvan Agius (ILGA-Europe) : +32 2 609 54 17 or +32 496 708 370 silvan@ilga-europe.org
Vien
===============================================================================================
MEDIA RELEASE
5 September 2011
Brussels, Belgium
FIRST EVER INTERNATIONAL INTERSEX FORUM
The world’s 1st International Intersex Organising Forum took place in Brussels between 3-5 September 2011. The historic event brought together 24 activists representing 17 intersex organisations from all continents.
Around the world intersex individuals are being subjected to inhumane and degrading altering surgical and hormonal procedures, without consent of the intersex person, at the discretion of doctors and outside legal regulation. This is done to ‘normalise’ genitals and bodies in order to fit intersex people within the sex binary of men and women. Pathologisation of intersex individuals results in gross human rights violations and abuse bodily integrity and personal dignity.
The Forum agreed on the demands aiming to end discrimination against intersex people and to ensure the right of bodily integrity and self-determination:
1.To put an end to mutilating and ‘normalising’ practices such as genital surgeries, psychological and other medical treatments, including infanticide and selective abortion (on the grounds of intersex) in some parts of the world.
2.To insure that the personal, free, prior, and fully informed consent of the intersex individual is a compulsory requirement in all medical practices and protocols.
3.Creating and facilitating supportive, safe and celebratory environments for intersex people, their families and surroundings.
This newly established informal network will campaign for the respect of intersex people’s human rights on international, regional and national levels. The next meeting of the Forum is expected to take place towards the end of 2012.
The Forum was facilitated and sponsored by ILGA (International Lesbian, Gay, Bisexual, Trans and Intersex Association) and its European Region, ILGA-Europe. The Forum also reached out to representatives of TGEU (Transgender Europe) and IGLYO (the International Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender and Queer Youth and Student Organsiation) and will continue building wider alliances with other human rights and equality organsiations working in such areas as women’s rights, the rights of indigenous people and people with disabilities.
Ends
For further information please contact:
Africa:
Sally Gross: +27 827884205 coordinator@intersex.org.za
Asia:
Hiker Chiu: +886 0923868653 hiker@oii.tw
Australia & Pacific:
Gina Wilson: +61 418290336 or +61 2 97499989 oiiaustralia@bigpond.com
Europe:
Del LaGrace Volcano : +46 7626 88 312 or +46 19 33 52 03 dellagracevolcano@me.com
Latin America:
Mauro Isaac Cabral: +54 (9) 351 5589876 maulesel@gmail.com
North America:
Jim Bruce: +1 707-793-1190 jim@aiclegal.org
International:
Sebastian Rocca (ILGA): +32 471 80 20 99 director@ilga.org
Silvan Agius (ILGA-Europe) : +32 2 609 54 17 or +32 496 708 370 silvan@ilga-europe.org
August 02, 2011
Beribadah dan Ber-Lomography
2 minggu yang lalu saya mendapat sebuah hadiah (yang saya idam-idamkan ^o^ ) yaitu Kamera LOMO. Tanpa bermaksud berpromosi, ijinkan saya sedikit berbagi ya..
Dengan kamera ini saya harus menggunakan film negatif ukuran 120mm dengan harga Rp75.000/roll untuk jepret 12-16 foto saja! belum lagi harga cuci cetak, tapi yang lebih penting ; TEMPAT cuci cetaknya yang "langka". Ditambah harus ekstra sabar untuk melihat hasil jepretan yang harus ditunggu 1 hari (2 hari jika weekend).
Untuk saya yang baru memegang LOMO tanpa pengalaman, jelas harus mulai belajar lagi, dari mulai mengambil gambar fokus karena fokus kameranya itu tergantung "Feeling" (ini SUER SERIUS, kaga ada tanda fokus atau nga nya) sampai pencahayaan yang sama sekali berbeda dengan kamera biasa. Hingga sekarang saya sudah "bre-ekperimen" dengan 4 roll foto, yang hasil nya di luar perkiraan, karena foto yang awalnya saya cuma iseng asal jepret ternyata hasilnya keren abissss, dan foto yang awalnya saya perhitungkan hingga pencahayaan nya ternyata hasil nya GELAP alias HANGUS teman teman sekalian.
Pada saat tulisan ini ditulis, kita telah memasuki Bulan Ramadhan H-28 Lebaran. Entah mengapa saya lebih suka menulis H-28 Lebaran daripada harus menulis hari ke-2 Puasa hahahaha. Dan sama seperti pengalaman saya dengan LOMO; Semoga teman teman dapat menjalankan Ibadah Puasa-nya dengan tanpa mengharapkan sedikitpun timbal balik dari Tuhan.. Beribadah sebagai bentuk penghormatan kita kepada Tuhan, bukan bentuk "men-suap" Tuhan untuk pintu surga.
Vien,
mengutip seorang Tan Malaka ; "Apakah Anda Muslim – ya atau tidak? Apakah Anda percaya pada Tuhan – ya atau tidak? Bagaimana kita menjawabnya? Ya, saya katakan, ketika saya berdiri di depan Tuhan saya adalah seorang Muslim, tapi ketika saya berdiri di depan banyak orang saya bukan seorang Muslim, karena Tuhan mengatakan bahwa banyak iblis di antara banyak manusia!" (12 November 1922)




